" Kalau ada orang yang biasa ketakutan (ghibah) ditampakkan ghibahnya. Jadi ketakutan dia. Takut, takut sampai gementar. Ada yang mengamuk. Ada yang macam-macam,"
" Kalau soleh, amal soleh dan pahalanya langsung ditampakkan seketika. Maka ketika ditampakkan pahala ke masjid itu, pahalanya kan sekali masuk 25, kali keduanya 1/2 500 tahun, banyak! Ternyata kerana jauh perjalanan ke masjid itu, tapaknya makin banyak. Lalu ditampakkan pahalanya. Maka orang ini saat wafat, saat sakaratnya mengatakan, " Ya Allah, kenapa tidak lebih jauh lagi supaya saya lebih banyak pahala lagi?"
"Nah yang kedua, pernah satu kali di jalan ketika musim dingin, dia berjumpa dengan seorang yang sedang kedinginan saat akan ke masjid. Orang ini mengenakan jacket luar yang biasa (sudah lama), dan pakaian yang dalamnya masih baru. Maka dilepaskan jacket luarnya yang biasa itu diberikan kepada temannya (yang kedinginan tadi), yang baru dia pakai. Lalu ditampakkan pahalanya (menolong orang dengan pakaiannya yang biasa), Luar biasa! Lantas berkata di lisannya,"Ya Allah, kenapa saya tidak berikan yang baru pada saat itu,"
Dipetik daripada ceramah Ustaz Adi Hidayat.
....
Mendengarkan kisah ini, tidakkah terlintas di fikiran kita untuk perhatikan amal-amal kita selama ini? Banyangkanlah amal yang kecil dan sederhana itu pun pahalanya sudah lumayan, apatah lagi amalan yang besar. Apakah amalan-amalan yang besar itu? Antaranya;
- Berbakti kepada kedua ibu bapa sehingga mendapat redha mereka, maka redha Allah bersama kita.
- Menuntut ilmu: sehinggakan yang mati saat dalam perjalanan menuntut ilmu dikira syahid di jalan Allah.
- Melawan hawa nafsu: serta mendidik nafsu untuk tunduk kepada perintah Rabbnya.
- Menyuruh kepada kebaikan & mencegah kemungkaran
- Berjihad di jalan Allah
Tetapi, jangan pernah kita perlekeh amalan-amalan kecil kerana pahalanya juga banyak. Sepertinya;
- Zikrullah
- Mengamalkan sunnah Nabi s.a.w
dan banyak lagi.
....
"Ya Allah, pandukan kami ke arah perkara yang beroleh pahala dan redhaMu, jauhi kami daripada murkaMu. Mudahkan sakarat kami, kerana sesungguhnya kami hambaMu yang banyak berbuat dosa dan lalai terhadapMu. Ampunilah kami, dan redhailah kami wahai Tuhan Yang Maha Mengasihani."
" Kalau soleh, amal soleh dan pahalanya langsung ditampakkan seketika. Maka ketika ditampakkan pahala ke masjid itu, pahalanya kan sekali masuk 25, kali keduanya 1/2 500 tahun, banyak! Ternyata kerana jauh perjalanan ke masjid itu, tapaknya makin banyak. Lalu ditampakkan pahalanya. Maka orang ini saat wafat, saat sakaratnya mengatakan, " Ya Allah, kenapa tidak lebih jauh lagi supaya saya lebih banyak pahala lagi?"
"Nah yang kedua, pernah satu kali di jalan ketika musim dingin, dia berjumpa dengan seorang yang sedang kedinginan saat akan ke masjid. Orang ini mengenakan jacket luar yang biasa (sudah lama), dan pakaian yang dalamnya masih baru. Maka dilepaskan jacket luarnya yang biasa itu diberikan kepada temannya (yang kedinginan tadi), yang baru dia pakai. Lalu ditampakkan pahalanya (menolong orang dengan pakaiannya yang biasa), Luar biasa! Lantas berkata di lisannya,"Ya Allah, kenapa saya tidak berikan yang baru pada saat itu,"
Dipetik daripada ceramah Ustaz Adi Hidayat.
....
Mendengarkan kisah ini, tidakkah terlintas di fikiran kita untuk perhatikan amal-amal kita selama ini? Banyangkanlah amal yang kecil dan sederhana itu pun pahalanya sudah lumayan, apatah lagi amalan yang besar. Apakah amalan-amalan yang besar itu? Antaranya;
- Berbakti kepada kedua ibu bapa sehingga mendapat redha mereka, maka redha Allah bersama kita.
- Menuntut ilmu: sehinggakan yang mati saat dalam perjalanan menuntut ilmu dikira syahid di jalan Allah.
- Melawan hawa nafsu: serta mendidik nafsu untuk tunduk kepada perintah Rabbnya.
- Menyuruh kepada kebaikan & mencegah kemungkaran
- Berjihad di jalan Allah
Tetapi, jangan pernah kita perlekeh amalan-amalan kecil kerana pahalanya juga banyak. Sepertinya;
- Zikrullah
- Mengamalkan sunnah Nabi s.a.w
dan banyak lagi.
....
"Ya Allah, pandukan kami ke arah perkara yang beroleh pahala dan redhaMu, jauhi kami daripada murkaMu. Mudahkan sakarat kami, kerana sesungguhnya kami hambaMu yang banyak berbuat dosa dan lalai terhadapMu. Ampunilah kami, dan redhailah kami wahai Tuhan Yang Maha Mengasihani."
0 comments:
Post a Comment